Kisah Tsalabah Didoakan oleh Nabi Muhammad Agar Kaya, Namun Ingkar Janji Bersedekah

Tsalabah mengingatkan setiap Umat Muslim agar tidak mengingkari nikmat Allah SWT yang telah diberikan kepadanya.

Editor: Muhammad Irham
int
Gus Baha 

TRIBUN-TIMUR.COM - Kisah Tsalabah di jaman Nabi Muhammad SAW bisa menjadi renungan bagi setiap umat Muslim.

Tsalabah mengingatkan setiap Umat Muslim agar tidak mengingkari nikmat Allah SWT yang telah diberikan kepadanya.

Ulama Gus Baha dalam sebuah ceramah menceritakan tentang seseorang yang rajin salat di masjid namun berbuat sesuatu yang tidak disukai Allah SWT.

Gus Baha mengatakan Tsalabah awalnya merupakan orang yang sangat khusyuk dalam beribadah namun dia miskin.

“Tsalabah itu khusyuk, setiap hari datang ke masjid,” kata Gus Baha, dilansir dari YouTube Santri Kalong yang diunggah 19 Mei 2021.

Saking khusuknya, Tsalabah mendapatkan julukan dari jamaah masjid lainnya dengan sebutan merpati masjid.

“Tapi setiap selesai salam Tsalabah langsung kabur,” katanya.

Suatu saat Rasulullah SAW bertanya, “Kenapa kamu langsung kabur.”

“Istri saya menunggu baju yang saya pakai (karena digunakan gantian),” jawab Tsalabah.

Tsalabah akhirnya meminta tolong pada Nabi untuk mendoakannya supaya kaya.

Nabi bersabda, “Wahai Tsalabah, jangan-jangan keadaanmu sekarang itu lebih baik (daripada kaya).”

Sampai tiga kali meminta doa, akhirnya Nabi pun mendoakannya menjadi orang kaya. Maka jadilah dia kaya.

“Pertama kambingnya cuma 40 ekor, lama-lama memenuhi antara dua gunung, ribuan,” kata Gus baha.

Kemudian Nabi pun berpesan kepada Tsalabah, “Berhubung kamu belum terlalu kaya, kalau mau bersedekah sebaiknya sekarang.”

Akan tetapi Tsalabah tidak mau, “nanti kalau sudah kaya saja Ya Rasulullah.”

Gus Baha kemudian membuat perhitungan zakat, di mana setiap 40 ekor kambing harus dizakatkan satu.

Akan tetapi karena Tsalabah memiliki 4 ribu ekor kambing, artinya yang harus dia zakatkan adalah 100 ekor kambing.

Dari hal tersebut akhirnya Tsalabah keceplosan berkata, “Wah, ini namanya bukan zakat, tapi pungli (rampok).”

“Allah langsung tersinggung karena Rasulullah dituduh pungli,” kata Gus Baha.

Dalam sebuah ayat Al Quran Gus Baha mengungkapkan bahwa soal pelit Allah masih memaklumi.

Tapi gara-gara berucap pungli Allah berfirman, “Mereka sampai pada waktu mereka menemui-Nya, karena mereka telah mengingkari janji yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan karena mereka selalu berdusta.”

Dari cerita tersebut Gus Baha berpesan, pelit itu tidak masalah tapi jangan sampai salah hukum.

Menurut para ulama, orang pelit masih punya kebaikan, tapi kalau salah hukum Allah tidak ridho saat itu juga.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR
574 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved