Jangan Dilakukan, Ini Dampak Jika Terlalu Sering Bentak Anak

Terkadang, orangtua memilih jalan pintas agar anaknya patuh pada orangtua yakni dengan membentak dengan nada keras

Editor: Muhammad Irham
int
Ilustrasi 

TRIBUN-TIMUR.COM - Setelah menjadi orangtua, ada banyak persoalan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah, menghadapi anak yang melakukan kesalahan.

Terkadang, orangtua memilih jalan pintas agar anaknya patuh pada orangtua yakni dengan membentak dengan nada keras.

Namun ingat, membentak anak bukanlah cara berkomunikasi yang baik dan ada dampak yang ditimbulkannya.

Apa saja akibat yang mungkin timbul jika anak terlalu sering dibentak dan bagaimana menyikapinya?

Dampak terlalu sering membentak anak

Semakin bertambah usia anak, emosinya juga semakin berkembang. Terkadang ada saja sikapnya yang membuat Anda naik darah hingga terlontarlah bentakan padanya.

Namun perlu dipahami bahwa ada akibat yang harus ditanggung oleh orangtuanya saat sering membentak anak, yaitu:

1. Membentak membuat anak tidak mau mendengarkan orangtua

Jika berpikir saat membentak anak akan lebih mendengarkan dan patuh terhadap ucapan orangtua, anggapan ini salah besar.

Justru, salah satu akibat yang mungkin terjadi saat anak sering dibentak adalah anak jadi tidak mau mendengar nasihat orangtua.

Saat membentak, orangtua sebenarnya sedang mengaktifkan salah satu bagian pada otak anak yang memiliki fungsi pertahanan dan perlawanan.
Ketika anak mendengar bentakan, ia akan ketakutan, melawan orangtua, atau justru kabur. Ini bisa mengganggu perkembangan anak.

Daripada memarahinya dengan nada bicara yang keras, cobalah untuk berdiskusi dengan anak saat ia melakukan kesalahan.

Orangtua akan melihat hasil yang berbeda pada anak setelah menghentikan kebiasaan membentak anak.

2. Menjadikan anak merasa tidak berharga
Orangtua mungkin pernah merasa bahwa membentak anak membuatnya lebih menghormati Anda. Padahal, anak yang terlalu sering dibentak merasa dirinya tidak berharga.

Sebagai seorang manusia, anak tentu merasa ingin disayangi dan dihargai, apalagi dengan orang terdekatnya, termasuk orangtuanya.

Maka itu, terlalu sering membentak justru lebih banyak memberikan dampak negatif terhadap tumbuh kembang si kecill dibanding sebaliknya.

3. Membentak salah satu bentuk penindasan terhadap anak
Tahukah Anda bahwa membentak anak adalah salah satu bentuk penindasan atau bullying?

Ya, bullying tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah saja, tapi bisa terjadi di rumah. Akibat yang mungkin terjadi pada anak yang sering dibentak bisa jadi mirip dengan dampak bullying.

Jika orangtua tidak ingin anak memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang buruk, lebih baik hentikan kebiasaan membentak saat anak membuat salah.

4. Merenggangkan hubungan dengan anak
Saat anak terlalu sering dibentak, salah satu akibat yang mungkin terjadi adalah hubungan orangtua dan anak menjadi renggang.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved