Jangan Dilakukan, Ini Dampak Jika Terlalu Sering Bentak Anak

Terkadang, orangtua memilih jalan pintas agar anaknya patuh pada orangtua yakni dengan membentak dengan nada keras

Editor: Muhammad Irham
int
Ilustrasi 

Dampaknya, anak bisa merasa sedih, malu, dan tidak disayang lagi. Jadi, tak heran jika anak tidak mau terlalu dekat lagi dengan orangtuanya.

Apalagi, jika orangtua tidak mau mendengar alasan anak terlebih dahulu.

Anak juga bisa merasa tidak dimengerti bahkan oleh orang terdekatnya sendiri, dalam kasus ini kedua orangtuanya.

Jadi, hindari kebiasaan membentak anak jika tidak ingin hubungan Anda dan buah hati menjadi renggang.

5. Membuat anak tidak mau menghormati orangtua
Merasa tidak dihargai dan tidak disayang sering menjadi akibat dari anak yang terlalu sering dibentak oleh orangtua.
Pasalnya, membentak anak juga bentuk dari orangtua yang tidak menghargai anaknya sendiri.
Maka itu, akibat yang mungkin terjadi pada anak yang terlalu sering dibentak oleh orangtua adalah anak menjadi tidak bisa menunjukkan rasa hormat kepada orangtua.

6. Menciptakan perilaku yang sama pada anak di masa depan
Membentak bisa memberikan dampak buruk bagi kondisi psikologis anak dalam jangka panjang.

Mengutip Child Development Journal, anak yang terlalu sering dibentak orangtua bisa membuat anak melakukan hal yang sama seperti orangtua lakukan saat ia masih kecil.

Anak akan tumbuh sebagai orang yang lebih agresif secara fisik maupun verbal.

Pasalnya, saat masih kecil, anak telah terbiasa melihat perilaku kasar baik secara fisik maupun verbal dari orangtua sebagai bentuk penyelesaian masalah.

Maka itu, ketika mereka sedang menghadapi masalah, solusi yang terpikirkan adalah perilaku kasar. Hal ini membuat anak saat dewasa nanti, tidak akan ragu membentak orang lain.

Jika bentakan diikuti dengan kata-kata yang menyakitkan atau menghina, anak akan kehilangan kepercayaan diri dan hidup dalam kegelisahan. Orangtua perlu meningkatkan kepercayaan diri anak bila itu terjadi.

Selain itu, anak yang semasa kecil sering dibentak oleh orangtua lebih berisiko mengalami gangguan perilaku dan depresi akibat trauma masa kecil ini.

Bagaimana cara mengatur emosi setelah membentak anak?
Jika orangtua kehilangan kesabaran dan kelepasan membentak anak, jangan terbawa emosi.

Menahan diri untuk tidak membentak dapat mencegah timbulnya perilaku buruk dari anak akibat terlalu sering dibentak.

Berikut cara mengatur emosi setelah membentak anak:

1. Tarik napas dalam-dalam
Setelah kelepasan membentak atau menyakiti hati anak, tarik napas panjang paling sedikit tiga kali.

Hindari mengeluarkan kata-kata yang membuat anak semakin merasa sakit hati.

Ketika sedang dilanda emosi, tubuh Anda jadi lebih tegang. Tanda-tandanya berupa napas pendek-pendek, otot-otot menegang, jantung berdebar dengan hebat.

Menarik napas dalam-dalam bisa membantu tubuh lebih rileks sehingga bisa berpikir lebih jernih.

2. Minta maaf dan bertanggung jawab
Jangan malu untuk meminta maaf pada anak jika Anda terlanjur membentaknya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved